.
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Salam The KingAnda Bisa Menunda Untuk Berubah Karena Banyaknya Urusan. Tapi Hidup Tidak Pernah Menunda Urusannya Untuk Menunggu Anda Berubah. Sebuah rencana yang hebat dapat gagal hanya karena kurangnya kesabaran. ....
  • Salam The King: Jika anda tidak pernah merasakan kegagalan, itu artinya anda belum mengetahui artinya sebuah keberhasilan. ...
  • Salam The King: :Daripada Mengeluh Mawar bertangkai penuh duri, Lebih baik bergembira bahwa tangkai berduri itu berbunga mawar ...
  • Salam The King: Dunia ini ibarat sebuah lautan yang luas, dan kita adalah kapal yang berlayar dilautan yang telah banyak kapal karam didalamnya. Namun andai muatan kapal kita adalah iman,dan layarnya adalah takwa, yakinlah bahwa kita tidak akan pernah tersesat dilautan kehidupan itu. ...
  • Salam The King: :Jangan biarkan cintamu dalam ketakutan, percayalah bahwa akhirnya kamu dan dia akan hidup bersama. Saling percaya dan setia....
  • Kenangan Semasa SMK

    Sugeng rawuh/selamat datang di my Blogger,dapatkan informasi menarik setiap bulannya....

  • CAR FREE DAY Kota Klaten Bersinar

    Jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain walau terkadang qt sllu mrasa di rugikan, jangan berhenti,sebelum Allah benar-benar memberhentikan langkah dan hidup qt. Jangan gampang menyerah selagi msih bs brnafas dan msh kuat berdiri. ..

  • Foto Ijazah,keren kan :p

    Hallo,apa kabar rekan pengunjung blogger,semooga sehat-sehat semua,, semoga info yang saya update bermanfaat untuk kita semua.amin....

  • TEKNIK KOMPUTER dan JARINGAN.

    Selamat membaca-baca isi blog sederhana saya semoga sempat berkunjung kembali:) ...

visitor

free counters

Jam

Sabtu, 11 Juni 2011

AMD Phenom II X6

Posted by Handiyas Prabowo On 23.59


AMD Phenom II X6 diluncurkan untuk menjawab permintaan pasar dan fansnya. Kemunculan ini sekaligus memanaskan kembali persaingan dengan rivalnya yang sudah terlebih dahulu meluncurkan prosesor berinti enam. Bersamaan dengan peluncuran perdana dua varian Phenom II X6 (1055T dan 1090T), AMD juga mengenalkan chipset baru yakni 890GX/FX untuk menemani Phenom II X6 ini. Kombinasi antara Phenom II X6, 890GX/FX serta Radeon HD seri 5000 menghasilkan platform baru yang disebut “Leo”.
Walaupun Phenom II X6 1090T memiliki jumlah inti sebanyak enam buah, teknologi yang digunakan pada inti prosesornya tersebut tidak banyak berbeda dengan keluarga Phenom II sebelumnya. Pasalnya, chip ini masih menggunakan arsitektur yang sama. Jadi pada dasarnya, AMD hanya memampatkan enam buah inti tersebut ke dalam "cangkang" yang sama dengan Phenom II X4. Kesamaan teknologi ini juga termasuk TDP-nya yang sama dengan pemilik tahta tercepat Phenom II X4 (sebesar 125 W). Namun pemilik nama kode (code name) “Thuban” ini tetap hadir dengan sesuatu yang baru.
Salah satu teknologi ini antara lain adalah AMD TurboCore. Ini merupakan sebuah teknologi untuk meningkatkan kecepatan prosesor dalam kondisi tertentu yang ditanamkan ke dalam Phenom II X6. Teknologi ini mirip dengan Turbo Boost milik Intel, hanya saja implementasinya berbeda. AMD TurboCore ini bekerja saat tiga atau lebih inti prosesornya tidak digunakan. Ketika TurboCore ini aktif, inti prosesor yang aktif mendapatkan kecepatan ekstra sebesar hingga 500 MHz, sedangkan kecepatan inti prosesor lainnya yang idle diturunkan sampai 800 MHz. TurboCore ini bekerja secara otomatis asalkan syarat tersebut dipenuhi.
AMD Phenom II X6 1090T diposisikan oleh AMD untuk menggantikan Phenom II X4 965 yang sebelumnya merupakan prosesor tercepat milik AMD. Dengan kecepatan yang lebih rendah 200 MHz, berbekal dua inti ekstra serta TurboCore, Phenom II X6 1090T lebih unggul dari Phenom II X4, membuatnya tidak kehabisan amunisi ketika harus beraksi di lapangan. Sementara itu, spesifikasi teknis lainnya tidak berbeda, dengan 3 MB L2 cache (dengan ukuran inti/core sebesar 512 KB) dan 6 MB L3 Cache yang di-share ke enam intinya.
Tak lengkap rasanya jika tidak mencoba seberapa jauh kemampuan Phenom II X6 1090T untuk berjalan pada kecepatan di atas standar. Prosesor yang termasuk dalam varian Black Edition ini berhasil mencapai kecepatan 3,7 GHz (18,5x200 MHz) dari standarnya 3,2 GHz dengan pendingin bawaan tanpa menaikkan tegangan prosesor. Dalam melakukan overclockini kami menonaktifkan TurboCore serta Cool N’ Quiet.
***
AMD Phenom II X6 mungkin belum bisa bersaing langsung dengan Core i7 980X milik Intel, namun kinerjanya juga tidak bisa dianggap remeh. Untuk aplikasi yang mampu memanfaatkan penuh banyaknya jumlah inti prosesor, Phenom II X6 mampu menunjukkan taringnya. Teknologi TurboCore yang ada membantu Phenom II X6 untuk menjalankan aplikasi-aplikasi ringan (yang belum sepenuhnya mampu memanfaatkan semua inti prosesor). Ini ibarat mendapatkan sebuah prosesor hexa-core dengan harga prosesor quad-core. Hm... tawaran yang cukup menggoda. Baiklah, silakan tentukan pilihan Anda. (Karuna)

Hasil Pengujian

Intel Core i7 980X masih unggul di seluruh hasil pengujian. Namun selisih kinerja antara Phenom II X6 dengan Core i7 980X tidaklah terlalu banyak pada sebagian besar aplikasi uji. Harus diingat juga bahwa harga Core i7 980X adalah hampir tiga kali harga Phenom II X6.
Prosesor
Core i7 980X
Phenom II X6 1090T
Clock (MHz)
3,33 GHz
3,2 GHz
Sysmark 2007 ver1.05
197
155
PCMarkVantage Score
6206
5160
3DMarkVantage Score
P11011
P9927
STALKER : Clear Sky (fps)
72,88
69,79
Cinebench R10 CB-CPU
22487
14435
Sisoft Sandra ALU (GIPS)
133.17
59,79
Audio Encoding (menit:detik)*
1:14
1:36
Video Encoding (menit:detik)*
3:54
4:19
*Lebih rendah lebih baik
Spesifikasi AMD Phenom II X6 1090T
Seri
X6 1090T
Soket
AM3 (938 pin)
Clock speed (MHz)
3200(3600 – Turbo)
Nama core
Thuban
Jumlah core
6
FSB (MHz)
200
Multiplier
16x
L1 size
128 KB x6
L2 size
512 KB x6
L3 size
6 MB Shared

Sabtu, 12 Februari 2011

Jaringan Komputer - Cara Mengkoneksikan Beberapa Komputer Dengan WiFi

Posted by Handiyas Prabowo On 08.50

Berikut ini saya akan menjelaskan cara untuk mengkoneksikan komputer yang satu (server) dengan yang lainnya (client) menggunakan jaringan WiFi  dengan maksud untuk melihat data yang ada pada komputer  untuk saling menukar data tanpa harus menggunakan kabel, jadi ga ribet.
Berhubung saya pakai Windows 7, diisini saya akan menjelaskan caranya untuk OS Windows 7 saja.
MEMBUAT SERVER UNTUK DIKONEKSIKAN CLIENT
 caranya berikut di bawah ini::
Pertama, klik  sinyal Wifi yaga ada di pojok kanan bawah, lalu klik Open Network and Sharing Center
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Nanti keluar seperti gambar di bawah, lalu klik  Set up new connection or Network
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Lalu Pilih Set up Wireless seperti pada gambar dan klik next

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Dan muncul gambar ini, Klik next lagi
 
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Lalu isi Network Name nya terserah , dan Security type nya pilih yang No Authentication dan klik Next 

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Lalu akan muncul gambar proses pembuatan server dan tunggu hingga selesai

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Dan munculah gambar seperti di bawah, lalu di close saja

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Lalu masuk lagi ke gambar seperti di bawah ini dan klik Change adapter settings

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Lalu klik kanan icon yang Wireless Network Connection dan pilih properties

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Lalu klik 1x Internet Protocol Ver.4 (TCP/IPv4)dan klik Properties

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Lalu ubahlah IP addressnya seperti contoh di bawah. (nomer di akhir IP bebas dan tidak boleh sama dengan client)   . Lalu Klik OK dan Close

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Dan terakhir lihatlah server buatan kita sendiri seperti pada gambar di bawah yang siap untuk dikoneksikan oleh client

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

CARA MENGKONEKSIKAN KOMPUTER CLIENT KE SERVER
Koneksikan ke server teman anda yang di buat seperti contoh diatas.  ( Disini saya mengkoneksikan ke server GUMZ )

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Setelah itu, buka Run atau Command Prompt lalu isi dengan : ping No.IP server ,,  ( contoh:  ping 192.168.1.9) dan tekan OK
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Lalu akan muncul gambar seperti di bawah ini yang berarti telah tersambung dengan pemilik nomor IP tersebut .

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Lalu buka Run lagi dan sekarang isikan dengan: \\no.IP , (contoh: \\192.168.1.9) dan klik OK
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Dan akan muncul gambar seperti dibawah yang berarti computer anda telah terhubung dengan computer server.  Dan silahkan mengambil data yang ada pada komputer server sepuasnya gratis.


Mungkin segitu saja yang bisa saya terangkan, maaf bila ada yang tidak dimengerti karena saya pun masih belajar.

Sekilas Akses Wireless [Wi-Fi]

Posted by Handiyas Prabowo On 08.38


    


Perkembangan dunia  wireless yang  pesat  dapat dilihat perluasan teknologi  wireless itu sendiri berdasarkan jangkauan dan kebutuhannya  mulai dari  PAN (personal area network), WLAN (wireless local area network), MAN (metropolitan area network) dan WAN (wide  area network)  sebagaimana yang  terlihat  pada gambar 1.



Gambar 1 Revolusi  Teknologi Wireless [Sumber: Intel]
                            

            Pemanfaatan beragam  teknologi  wireless yang ada,  bergantung  pada jangkuan yang  mendukung  urgensi fungsional konektivitasnya serta kecepatan aksesnya (data ratenya) sebagaimana  pada gambar 2.  



Gambar 2. Aneka teknologi wireless [sumber: UMTS-forum]

            Teknologi  wireless yang akan  dibahas  lebih dalam  pada  penulisan artikel  ini  adalah Wi-Fi. Sosialisasi dan pemanfaatan teknologi   Wi-Fi (IEEE 802.11g)  untuk  akses internet  pada  lokasi  publik saat ini belum maksimal, ditinjau dari penyebaran ketersedian akses (hotspot /access point) maupun pada tataran tingkat  kebutuhan penggunaanya. Tingkat kebutuhan penggunaan dapat  dipengaruhi beberapa faktor a.l. : edukasi manfaat teknologi  wireless, biaya akses, serta piranti akses. Tulisan  ini  dibuat untuk  mengedukasi pengaktifan Wi-Fi yang  pada  akhirnya sampai  pengunaan teknologi wireless ini dalam kehidupan sehari-hari.




Gambar 2a. Pemanfaatan Wi-Fi pada Smal Office Home Office [SOHO]

Dalam perkembangannya pada wireless local area network (WLAN), Wi-Fi (IEEE 802.11g) lah yang  sampai saat ini masih umum digunakan. Cara-cara  setup, akses Wi-Fi dengan frekuensi 2.4 GHz dan  kecepatan akses sampai dengan 54 Mbps ini  serta  beberapa terminologinya  akan  dibahas komprehensif  lebih lanjut.
Notebook/PC yang akan digunakan  untuk akses  Wi-Fi, hendaknya  dilengkapi Wi-Fi Adapter. Wi-Fi adapter dapat berupa interface/peripheral komputer dengan slot PCMCIA, USB dan embedded pada prosesor seperti  pada Intel Centrino (tampilan monitor  dapat  lihat  pada gambar 3).






Gambar 3. Monitor  dari WI-Fi adapter  dari prosesor Intel yg embebed Wi-Fi

Untuk  memudahkan setting Wi-Fi,  penjelasan ini dilengkapi  hasil captured monitor dari Gigaset USB Adapter 54 buatan Siemens (gambar 5 s/d gambar 14).
Langkah pertama, yang  dilakukan  pada notebook/komputer yang memiliki Wi-Fi Adapter adalah proses scanning SSID yang ada pada  lokasi  tersebut.   SSID (Service  set identifier) merupakan code pada semua  paket data dalam suatu  jaringan wireless yang berfungsi mengidentifikasikan setiap  paket  yang  ada apakah   merupakan  bagian dari jaringan wirelessnya atau  tidak. Dengan kata  lain,  semua  alat-alat   wireless yang  akan berkomunikasi satu sama lain harus menggunakan SSID  yang sama. Ambil contoh  bila  suatu Wi-Fi adapater dari suatu PC/notebook akan terhubung dan berkomunikasi dengan jaringan wireless tertentu misal dengan wireless Router yang berfungsi  sebagai access point di café X), maka pada Wi-Fi adapter dari suatu PC/notebook harus  diset  SSID  yang  sama  dengan SSID access point   jaringan wireless  tersebut. SSID dapat diatur dalam mode visible (terlihat  saat scanning) maupun invisible (tidak terlihat saat scanning) pada suatu access point seperti pada gambar 5 (3 buah SSID yang ada a.l.: DGE, JMconnection dan Zacharias).

Proses  scanning pada gambar 5, terlihat ada 3 SSID (visible mode).



Gambar 5. Scanning access point

Mode SSID invisible diset dengan pertimbangan  aspek privasi serta keamaanan. Pastikan  Anda  telah mengetahui SSID pada access point yang  ingin diakses jika  memang SSIDnya diset invisible.
Bila  SSID  yang  ingin  diakses  memang sudah  ada  saat  scanning, maka pilih  SSID yang dimaksud  dan lakukan  double click  untuk  memulai akses (dengan catatan pada sisi client tidak  perlu  diset enkripsinya).

Bila  Anda  sering melakukan akses rutin pada SSID  yang  dimaksud (misal  pada tempat umum  access point café  yang sering  Anda  kunjungi), ada baiknya  membuat profil yang menyimpan parameter-parameter koneksi  dengan access point  yang  dimaksud (gambar 6 dan gambar 7).




Gambar 6. Membuat  profil  baru



            Parameter-paramater access point yang ada, dapat  diinput  manual atau otomatis. Pada proses   scanning, double click pada SSID yang  dipilih  dan  tekan  tombol  pada sisi  atas (Configuration), maka  parameter SSID yang dipilih  akan muncul secara otomatis yang  perlu  Anda lakukan  adalah proses Save (jika  belum memiliki  profile, akan diminta  nama profil  baru  untuk parameter-paramater SSID  yang  akan disimpan).

                                                                                     
Gambar 7. Mengeset parameter-paramter dari hotspot yang ada


            Adanya  profil  yang  telah  diset sebelumnya, memudahkan  untuk  akses WLAN pada access point  yang  dimaksud (tanpa perlu  mencari/mengetahui  SSID  yang ada dengan proses  scanning). Anda hanya  memilih nama profil dan setelah  ini  pilih tombol Apply (gambar 7).

Gambar 8. Alokasi channel pada frekuensi 2,4 GHz

            Pada gambar 8 menunjukkan channel yang  tersedia  pada  frekuensi 2,4 GHz. Pemanfaatan channel pada  sebuah alokasi range frekuensi  dimaksudkan untuk mencegah adanya interfernsi (gangguan  frekuensi) diantara alat-alat  yang menerima/memancarkan frekunsi. Penentuan  channel dapat  diset secara manual  pada kolom channel pada gambar 7.

            Parameter Network mode pada gambar 7 terdiri dari  mode infrastructure dan mode  ad-hoc. Mode ad-hoc merupakan mode komunikasi  wireless antara Wi-Fi adapter satu ke  W-Fi adapter lainnya  (peer to peer) sebagaimana yang terlihat pada gambar 9.






Gambar 9. Mode Ad-hoc


Mode infrastructure terdiri dari  1  access point  yang melayani beberapa Wi-Fi adapter (gambar 10).

Gambar 10. Mode infrastructure




            Tahap konfigurasi berikutnya  adalah mengaktifkan  enkripsi (jika memang merupakn syarat   untuk berkomunikasi tertentu dengan access point). Proses enkripsi dilakukan dengan  jalan  memasukkan  kata kunci/keyword misalnya  “ada1ada2ad” sebagai  mana  terlihat pada Gambar.11 dengan penyandian (enkripsi 64 bit  dengan angka  Hexadesimal). Hal ini dilakukan  karena  untuk pertimbangan keamanan  access point (gambar 12) menggunakkan  cara  ini  untuk membatasi  akses Wi-Fi dari pemakai yang  tidak memiliki  hak akses.

Gambar 11 Konfigurasi enkripsi



Gambar 12. Konfigurasi enkripsi pada Wi-Fi router

            Bila parameter pada konfigurasi  sudah  tepat, aktifkan profile  yang  dipilih  dengan jalan menekan  tombol “Apply” (gambar 7 & gambar 11)
Indikasi  koneksi wireless yang sukses dapat dilihat pada gambar 13.

Gambar 13. Indikasi  koneksi gíreles

Klik  pada ikon yang  bentuknya  menyerupai  diagram batang dengan warna hijau pada gambar 13, sehingga  akan muncul  tampilan sebagaimana yang terlihat pada gambar 14, menunjukkan  kualitas link dan kekuatan sinyal.
                                                               

Gambar 14 Tampilan pada opsi “Status”
            Cara  memastikan suksesnya koneksi  dengan  access point  adalah  dengan melakukan perintah  ping yang dijalankan dengan aplikasi DOS. Lakukan perintah ping dengan IP address milik access point yang  dimaksud atau nama access pointnya (bila  dilengkapi DNSnya).

Gambar 15. Koneksi  sukses  (adanya  reply) setelah  menjalankan perintah Ping

Gambar 16. Setting IP  Wi-Fi adapter bila tidak diset otomatis
Indikasi  koneksi  wireless gagal terlihat pada gambar 17, ada tanda  silang  pada  ikon yang  menyerupai  diagram batang berwarna  hijau.


Gambar 17.Indikasi  koneksi  wireless gagal


Tentu saja  tidaknya adanya koneksi  wireless,   koneksi  pada level network (IP)  juga  tidak  berhasil. Hal ini  dapat  dilihat  pada gambar 18 dibawah ini.

Gambar 18. tampilan hasil perintah Ping yang  gagal

            Jika anda  ingin  mengunjungi statu tempat dan ingin memastikan dimana  akses Wi-Fi dapat dilakukan (hotspot  berada), ada fasilitas Wi-Fi Hotspot Finder yang  cukup  banyak  ditawarkan di  Internet. Salah satu  Wi-Fi Hotspot Finder yang  cukup  lengkap adalah       http://www.jiwire.com/search-hotspot-locations.htm (gambar 19).

Gambar 19. Wi-Fi Hotspot Finder [sumber: www.jiwire.com]


            Setelah memasukkan  input  lokasi kota  (misal: Jakarta), beserta  input parameter jenis lokasi (café/hotel/semua), akses  Wi-Fi gratis/bayar yang  kita inginkan dan setelah itu  mengklik tombol “Find Hotspots”, maka  hasil pencarian dapat  dilihat  pada  gambar 20 (ada 15 lokasi yang didapat  sesuai  dengan parameter yang diinput sebelumnya).

           

Gambar 20. Hasil Wi-Fi Hotspot Finder [sumber: www.jiwire.com]

Dengan adanya review  akses Wi-Fi ini, diharapkan   Anda dapat memanfaatkan  akses Wi-Fi dengan mudah dan optimal.